Selamat tinggal Orang² yg pernah dikenal
Sudah hampir sepekan aku menonaktifkan Instagram dan TikTok. Awalnya terasa aneh. Tangan ini beberapa kali refleks mencari ikon yang biasanya selalu ada di layar ponsel. Ada semacam rasa kosong, seperti kehilangan jendela kecil untuk mengintip kehidupan orang lain.
Namun setelah beberapa hari, ada sesuatu yang berubah.
Hidup terasa lebih tenang.
Pagi tidak lagi dimulai dengan melihat pencapaian orang lain. Siang tidak lagi dipenuhi kabar tentang kehidupan yang bahkan tidak ada hubungannya denganku. Malam tidak lagi habis untuk menonton potongan-potongan kehidupan manusia yang tidak akan pernah benar-benar kukenal.
Hari-hari berjalan lebih lambat, tetapi justru lebih nyata.
Aku mulai menyadari bahwa sebagian besar kegelisahanku selama ini bukan berasal dari hidupku sendiri, melainkan dari terlalu banyak mengetahui kehidupan orang lain. Terlalu banyak membandingkan. Terlalu banyak mengikuti cerita yang sebenarnya bukan bagianku.
Ternyata hidup jauh lebih mudah ketika fokus hanya pada jalan yang sedang kupijak.
Meski begitu, ada satu hal yang tidak ikut hilang.
Rasa ingin tahu.
Kadang aku masih bertanya-tanya.
Apa kabar teman-teman SD-ku sekarang?
Anak-anak yang dulu berlari di lapangan sekolah, yang pernah duduk sebangku, yang pernah bertengkar karena hal-hal sepele. Mereka sekarang sedang menjadi siapa?
Lalu teman-teman SMP, SMA, dan orang-orang yang pernah muncul sebentar dalam perjalanan hidupku. Orang-orang yang mungkin hanya berbagi beberapa bulan atau beberapa tahun cerita, lalu menghilang ditelan waktu.
Ada juga orang-orang yang bahkan bukan teman dekat. Hanya seseorang yang pernah duduk di sebelahku dalam sebuah perjalanan, pernah bekerja bersama dalam satu proyek, atau sekadar sosok yang sempat membuat persimpangan hidupku berbelok ke arah tertentu.
Aku penasaran.
Namun semakin kupikirkan, semakin aku memahami sesuatu.
Mungkin tidak semua orang ditakdirkan untuk tetap tinggal dalam hidup kita.
Sebagian hadir hanya sebagai sebuah bab.
Sebagian lagi hanya sebagai satu halaman.
Dan beberapa mungkin hanya sebagai satu kalimat yang singkat, tetapi mengubah keseluruhan cerita.
Bukan berarti kehadiran mereka tidak bermakna.
Justru sebaliknya.
Mereka memiliki makna yang begitu penting sehingga meninggalkan jejak, meskipun sosoknya sendiri telah lama pergi.
Mungkin memang ada orang-orang yang tugasnya hanya datang, memberikan pelajaran, lalu melanjutkan perjalanan mereka sendiri.
Kita mengambil nilai dari ceritanya, bukan mempertahankan kehadiran fisiknya.
Karena hidup bukanlah tentang mengumpulkan semua orang agar tetap berada di sekitar kita. Hidup adalah tentang memahami mengapa mereka pernah hadir.
Dan malam ini, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku merasa damai dengan kenyataan itu.
Tidak semua orang harus dicari.
Tidak semua cerita hidup orang lain harus kita simak.
Beberapa orang memang diciptakan untuk menjadi kenangan yang baik, pelajaran yang berharga, dan bagian dari perjalanan yang tidak perlu diulang.
Mereka pernah melintas.
Aku pernah bertemu mereka.
Dan itu sudah cukup.
Note : Satu persatu dari kalian mungkin akan hilang dari kepalaku, aku minta maaf, tapi setidaknya pertemuan itu sudah tercatat diatas sana, pertemuan yang akan datang pun hanyalah sebuah skenario dari catatan-Nya yang mau tidak mau akan kita genapi. Dan aku ingin melakukan penggenapan sisa ceritaku dengan sebaik-baiknya