Siang inipun..

Aku bersandar di kursi belakang mobil, punggung masih menyimpan sisa lelah dari lokasi inspeksi. Bau oli, besi panas, dan suara dentuman ringan pompa yang tadi kubongkar seakan masih tertinggal di kepala. Overhaul hari ini tidak terlalu rumit, tapi cukup menguras tenaga—bearing aus, sedikit scoring di shaft, dan seal yang sudah menyerah lebih dulu dari seharusnya. Hal-hal kecil yang kalau diabaikan bisa jadi bencana besar.
Mobil melaju pelan. Cahaya matahari masuk dari kaca depan, terlalu terang, hampir menyilaukan. Jalanan di luar terlihat bergetar oleh panas. Bahkan udara pun seperti malas bergerak.
Di depan, sopir fokus pada jalan. Di sampingnya, seseorang sibuk dengan ponselnya—mungkin mengejar notifikasi, atau sekadar melarikan diri dari siang yang terlalu panjang ini. Sementara aku… hanya diam.
Penat itu aneh. Bukan cuma di badan, tapi juga di pikiran. Seperti ada suara kecil yang bertanya, “Ini belum selesai, kan?”
Dan memang belum.
Kantor masih menunggu. Laporan harus ditulis. Data harus dirapikan. Temuan harus dijelaskan dengan bahasa yang bisa dimengerti, bukan cuma oleh mesin, tapi oleh manusia yang akan mengambil keputusan.
Aku menghela napas pelan.
Kadang aku berpikir, pekerjaan ini mirip seperti hidup. Kita bongkar sesuatu, berharap menemukan masalahnya, memperbaikinya, lalu memasang kembali dengan harapan semuanya berjalan lebih baik. Tapi tidak selalu sesederhana itu. Ada hal-hal yang tidak terlihat, yang baru terasa ketika semuanya sudah berjalan.
Mobil terus melaju. Cahaya matahari masih sama terangnya, tapi entah kenapa terasa sedikit lebih hangat sekarang, tidak sekejam tadi.
Mungkin karena aku mulai menerima.
Bahwa hari ini belum selesai.
Bahwa lelah ini bagian dari proses.
Dan bahwa setelah ini, aku masih harus berdiri lagi—di depan layar, di depan laporan, di depan tanggung jawab.
Aku menatap ke depan, melewati bahu kursi pengemudi.
“Gas saja,” gumamku pelan dalam hati.
Karena hidup, seperti pompa yang baru selesai dioverhaul—
tidak didesain untuk berhenti terlalu lama

Postingan populer dari blog ini

Semuanya bertahap

Day 1 Ramadhan

Selamat sore Februari